IPC Kembali Lanjutkan Konsesi JICT Dengan HPI

01
Jul
2014
Posted by: spjict2014  /   Category: Berita   /   No Comments

Konsesi JICT yang berakhir tahun 2019, positif diperpanjang hingga tahun 2039 yang akan datang. Ketua Tim Perpanjangan Konsesi JICT, Budi Priyanto mengatakan semua draft kesepakatan telah selesai dan sedang menunggu persetujuan dari Kementerian BUMN.

“Proses pembahasan sudah selesai termasuk menyangkut komposisi saham, yakni IPC 51% (termasuk saham Kopegmar 0,1%) serta HPI 49%,” ungkap Budi Priyanto yang dihubungi Spliker.

Menurutnya, dalam kesepakatan yang baru tersebut, perpanjangan konsesi hanya untuk Terminal I, sedangkan Terminal 2 akan dioperasikan IPC sebagai terminal domestik.

Ditanya mengenai waktu penandatanganan perpanjangan konsesi oleh kedua belah pihak (IPC dan HPI), mantan Direktur HRA JICT tersebut mengatakan tergantung dari ijin yang dikeluarkan oleh Kementerian BUMN. Yang jelas, menurut Budi, dengan perpanjangan konsesi tersebut masa depan pekerja JICT akan menjadi lebih terjamin.

“Jika pembahasan tentang konsesi ini dilakukan menjelang berakhir tahun 2019, tentu memberi ketidakpastian terhadap pekerja. Jika IPC akan mengambil alih JICT, IPC kemungkinan akan melakukan semacam proses fit and proper tes ulang. Tapi dengan perpanjangan konsesi JICT di mana pemilik sahamnya sama, proses itu tidak perlukan. Pekerja JICT bekerja seperti biasa,” tambahnya.

Dengan perubahan komposisi saham tersebut, pengaruh yang muncul hanya pada susunan direksi. Jika sebelumnya Direktur Utama berasal dari HPI, setelah perpanjangan konsesi nanti Dirut JICT berasal dari IPC.

Konsekuensi

Menanggapi kabar tentang penandatanganan perpanjangan konsesi JICT yang akan segera dilakukan setelah ijin dari Kementerian BUMN keluar, Ketua Tim Konsesi SPJICT Bayu Permana mengatakan akan segera melakukan pertemuan dengan pengurus serikat pekerja untuk menyikapi hal tersebut. Bayu menyebutkan pihaknya akan mengkaji lebih jauh tentang konsekuensi yang muncul setelah penandatanganan perpanjangan konsesi tersebut.

“Buat Serikat Pekerja, prinsipnya bagaimana agar perpanjangan konsesi tersebut tidak menimbulkan pengaruh kurang baik terhadap pekerja,” katanya.

Sejauh ini, menurut Bayu, pekerja JICT telah menunjukan loyalitas kerja yang sangat baik terhadap perusahaan. Karena itu perubahan sekecil apapun, termasuk di dalamnya komposisi kepemilikan saham kedua belah pihak, tetap memberikan kepastian masa depan bagi pekerja.

Pernyataan Bayu tersebut sejalan dengan harapan Ketua Umum SPJICT Muji Wahyudi agar perpanjangan konsesi tersebut tidak berdampak pada kesejahteraan pekerja. Karena itu dia meminta pekerja JICT untuk terus meningkatkan motivasi dalam menjalankan pekerjaan.

Menurutnya, kalau kesejahteraan tumbuh, motivasi pekerja semakin besar maka kemajuan perusahaan  akan semakin meningkat. Apalagi Serikat Pekerja juga merasa bangga karena pada pada Desember tahun 2013 lalu JICT mendapatkan penghargaan sebagai terminal petikemas terbesar dan terefisien se-Indonesia. Kapasitas  penanganan terminal pun saat ini telah menjadi 2,6 juta TEUs atau 60 persen lebih dari volume petikemas ekspor impor yang ditangani Tanjung Priok.

“Itu semua menunjukan bahwa potensi perusahaan ini besar sekali. Selain itu pertanda baik lainnya yakni SP JICT memiliki sumber daya militan, pemikiran maju dan begitu disatukan akan menjadi produk serikat bernilai tinggi,” katanya.

Muji pun mengajak seluruh pekerj aJICT untuk terus mendukung kebijakan, program-program yang tepat, yang berimbas pada kesejahteraan dan kemajuan perusahaan. Ditegaskannya, hanya dengan itu semua bisa mengubah nasib dan masa depan JICT.

“Jika memang peralihan konsesi harus terjadi maka maka seluruh pekerja harus tetap memiliki fighting spirit, sikap optimis, dan terus bekerja keras untuk melewati fase tersebut dengan sukses,” harapnya.***

Author Avatar

About the Author

No Comments